Pengungkapan Diri dalam Pengelolaan Kesehatan Mental Gen Z Pasca Perceraian Orang Tua melalui Akun Anonim TikTok

Isi Artikel Utama

Aditya Andira Mayashifa
Devi Wening Astari, M.I.Kom

Abstrak

Perceraian orang tua menjadi salah satu persoalan sosial yang berdampak pada kesehatan mental dan pola komunikasi emosional remaja khusunya Gen Z. Keterbatasan komunikasi dalam keluarga pasca perceraian mendorong remaja mencari ruang alternatif untuk melakukan pengungkapan diri melalui media sosial anonim. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana akun anonim TikTok dimanfaatkan sebagai sarana self-disclosure dalam pengelolaan kesehatan mental Gen Z pasca perceraian orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan akun anonim TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun anonim TikTok dimaknai sebagai ruang aman emosional untuk menyalurkan perasaan, pengalaman personal, dan tekanan psikologis yang sulit diungkapkan secara langsung. Anonimitas memberikan rasa aman bagi informan untuk melakukan keterbukaan diri tanpa takut terhadap stigma sosial. Selain itu, praktik self-disclosure melalui akun anonim berfungsi sebagai coping mechanism yang membantu informan memperoleh emotional release meskipun bersifat sementara. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial anonim tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang komunikasi emosional bagi Gen Z dalam menghadapi dampak perceraian orang tua.

Rincian Artikel

Bagian
Komunikasi
Biografi Penulis

Aditya Andira Mayashifa, Universitas Amikom Yogyakarta

Undergraduate Student in the Communication Science Study Program, Universitas Amikom Yogyakarta

Devi Wening Astari, M.I.Kom, Universitas Amikom Yogyakarta

Lecturer in the Communication Science Study Program, Universitas Amikom Yogyakarta

Referensi

Abdillah, F. R., & Pratiwi, A. (2023). Keterbukaan Diri Remaja Kepada Orang Tua dalam Keluarga Broken Home. 534–543.

Adiwijaya, M., & Arianto, I. D. (2023). Curhat Anonimitas Di Media Sosial Melalui Akun Menfess Twitter @ S Oleh Remaja Awal Surabaya. 3, 7053–7065.

Asmayulia, A., & Rohmah, A. N. (2023). Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Ditinjau dari Teori Communnication Privacy Management Pada Penggunaan Fitur Close Friend di Instagram. EJournal Ilmu Komunikasi, 2023(3), 183–197.

Febryani, A., & Maulitaya, A. L. (2023). Fenomena Curhat Secara Anonim di Akun Menfess Twitter (Studi Etnografi Virtual Pada Akun @ collegemenfess ). 05(3), 154–166.

Gunawan, E., & Drajat, M. S. (2025). Media Sosial sebagai Ruang Ekspresi Diri.

Hennink, M., & Kaiser, B. N. (2022). Sample sizes for saturation in qualitative research: A systematic review of empirical tests. Social Science and Medicine, 292, 114523. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2021.114523

Kabisar, F., & Maryani, A. (2023). Fenomena Komunikasi Interpersonal pada Pertemanan Secara Anonim di Media Sosial. 113–123.

Karna, M. A., & Ediati, A. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Online Self-Disclosure Pada Remaja : Kajian Literatur Sistematis. 9623, 382–395.

Khairuddin. (2024). Fenomena Tren Perceraian di Indonesia : Apa Penyebabnya ? Abdurrauf Science and Society, 1(1), 1–8. https://journal.abdurraufinstitute.org/index.php/asoc/article/view/95

Khalidaziah, K., & Yuliana, N. (2023). Pengaruh Kurangnya Komunikasi Antara Anak dan Orang Tua yang di Sebabkan Oleh Perceraian. 1(December), 157–161.

Kuswanto, R. T., & Kurniawan, M. A. (2025). Fenomena Anonim Media Sosial Ditinjau dalam Perspektif Islam The Phenomenon of Social Media Anonymity Reviewed from an Islamic Perspective. 5(2), 225–238.

Maharani, A. F., & Gusnita, C. (2024). Analisis Cyberbullying : Komentar Kebencian Terhadap Pembuat Konten Beauty Influencer di Media Sosial Tiktok. 6(4), 519–527.

Manurung, S. D., Jamba, P., Program, M., Ilmu, S., Batam, U. P., Program, D., Ilmu, S., & Batam, U. P. (2024). Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum , Universitas Putera Batam Dosen Program Studi Ilmu Hukum , Universitas Putera Batam.

Mirza, S. R., Rahmawati, D. H., Info, A., & History, A. (2025). Online Self-Disclosure pada Individu Dewasa Awal yang Mengalami Broken Home Melalui Media Sosial X. 8, 7728–7737.

Munawwaroh, H. (2025). The Impact of Parental Divorce on the Mental Health of Children from Broken Homes in Jatisrono Village Harisatul Munawwaroh. 6(2), 238–247.

Ningsih, R. A., Ramadhanisa, A., Hani, A., & Afriyanti, F. (2026). Dampak Tekanan Psikologis , Emosional Dan Sosial Bagi Anak Broken Home. 146–160.

Nisa, A. I., & Abdullah, M. N. A. (2024). Fenomena Gamophobia Pada Gen Z Dampak Dari Kasus Perceraian Orang Tua. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara, 3(3), 243–248. https://doi.org/10.55123/sabana.v3i3.3361

Ntoma, V. N., & Kusmawati, A. (2024). Dampak Fatherless terhadap Kenakalan Remaja Dampak Fatherless terhadap Kenakalan Remaja.

Nurdin, F. N. A., Munjirin, A., Yustia, F. A., Khotima, C., Iswinarti, & Karmiyati, D. (2024). Mengulik Manfaat Self-Disclosure Bagi Remaja. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 1((1)), 81–92.

Pangestu, B. A. (2026). Peran Media Sosial Terhadap Perilaku Komunikasi Generasi Z : A Systematic Literature Review. 7522–7537.

Pratiwi, B. E., & Palupi. (2023a). Anonimitas Pada Seccond Account Instagram (Studi Tentang Keterbukaan Diri). 1–24.

Pratiwi, B. E., & Palupi. (2023b). Anonimitas Pada Second Account Instagram. 1–24.

Rahman, A. A., Herwindya, S., & Wijaya, B. (2025). Manajemen Privasi Komunikasi Pengguna Fitur Spaces Di Media Sosial X ( Studi pada Mahasiswa dalam Melakukan Pengungkapan Diri Mengenai Hubungan Percintaan pada Periode September – November 2024 di Kota Surakarta ) Pendahuluan Tinjauan Pustaka. 18(2), 73–83.

Sari, P. W. (2023). Self-Disclosure Interaksi Dalam Jaringan Online Pada Teori Penetrasi Sosial. Jurnal Common, 7(1), https://doi.org/10.34010/common.v7i1.8144

Tarmizi, M. S. H. A., Hassan, S. A., Ramli, I., Badaruddin, M. I., & Samsudin, M. R. (2025). Pendekatan Hermeneutik dalam Mentafsir Pengalaman: Aplikasi Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dalam Kaedah Temubual A Hermeneutic Approach to Interpreting Experience: Applying Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) in Interview Method. Idealogy Journal, 10(2), 63–72.