Determinan Minat Penumpang Dari Luar Negeri Untuk Menggunakan Electronic Customs Declaration
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini menganalisis determinan minat penumpang dari luar negeri dalam menggunakan Electronic Customs Declaration (e-CD) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai bagian dari transformasi digital layanan kepabeanan dengan menggunakan pendekatan Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deduktif melalui survei terhadap penumpang internasional yang tiba di Bandara Internasional Yogyakarta selama periode 1–30 September 2025, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan analisis Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS4 untuk menguji tujuh hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja dan kondisi yang memfasilitasi berpengaruh positif signifikan terhadap minat menggunakan e-CD, sementara ekspektasi usaha hanya berpengaruh secara tidak langsung melalui mediasi sikap pengguna. Pengaruh sosial tidak terbukti memengaruhi sikap maupun minat penggunaan, sedangkan persepsi risiko berpengaruh negatif signifikan terhadap sikap. Sikap pengguna berperan sebagai variabel mediasi yang krusial dalam menjembatani pengaruh determinan terhadap minat penggunaan, dengan ekspektasi kinerja sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital layanan kepabeanan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata, memperkuat dukungan fasilitas, serta menekan persepsi risiko terhadap keamanan data pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan memperluas penerapan model UMEGA pada konteks layanan kepabeanan digital dan populasi pengguna
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs jurnal hanya akan digunakan untuk tujuan yang sudah disebutkan, tidak akan disalahgunakan untuk tujuan lain atau untuk pihak lain.