STRATEGI RESPONS KOMUNIKASI KRISIS PERTAMINA PADA KASUS BBM OPLOSAN: ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA CNN INDONESIA DAN KOMPAS.COM
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstrak – Studi ini dilatarbelakangi oleh krisis kepercayaan publik terhadap PT Pertamina akibat kasus dugaan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Pertamax. Insiden ini memicu kerugian finansial masif dan ancaman reputasi serius. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi respons komunikasi krisis Pertamina berdasarkan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan menganalisis perbedaan pola pemberitaannya di CNN Indonesia dan Kompas.com. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif dengan purposive sampling. Total sampel 50 artikel berita (25 CNN Indonesia, 25 Kompas.com) pada masa puncak krisis periode Februari-Maret 2025. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji beda non-parametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan anomali terhadap postulat ideal SCCT. Pada krisis berjenis preventable yang menuntut strategi rebuild (akomodatif), Pertamina justru dominan menggunakan strategi Denial (penyangkalan) sebesar 60% (15 artikel) di masing-masing media. Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai signifikansi 0,861 (Sig. > 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) diterima. Kesimpulannya, tidak terdapat perbedaan signifikan pola pemberitaan antara kedua media. CNN Indonesia dan Kompas.com secara seragam membingkai Pertamina menggunakan pendekatan komunikasi defensif (denial posture) dalam mengelola persepsi masyarakat.
Kata Kunci: komunikasi krisis, SCCT, analisis isi kuantitatif, BBM oplosan, pertamina
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Referensi
Adiprasetio, J., & Larasati, A. W. (2020). Pandemic Crisis in Online Media: Quantitative Framing Analysis on detik.com’s Coverage of Covid-19. 153–170. https://doi.org/10.22146/jsp.
AJI Indonesia, R. (2024). Di Antara Literasi dan Bias Politik Studi tentang Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Media di Indonesia. Aliansi Jurnalis Independen.
Amin, M., & Djalil, N. A. (2024). Local Government Crisis Communication Strategy: Case Study of Demands for Arrears in Employee Income Additional Payments. Journal La Bisecoman, 05(03), 389–397. https://doi.org/10.37899/journallabisecoman.v5i3.1235.
Aquino, R., & Alam, W. D. K. (2023). Efek Mediasi Nilai Konsumen Terhadap Kepuasan Konsumen. Fluralis, 2(2), 32–44.
Arifianto, B. S. (2025). Jajak Pendapat Kompas: Konsumen BBM Tengah Ragu dengan Kualitas Produk Pertamina. https://www.kompas.id/artikel/en-jejak-pendapat-kompas-konsumen-bbm-tengah-ragu-dengan-kualitas-produk-pertamina.
Aurelia, G., Ugahari, A., & Apriliani, R. (2025). Analisis Situational Crisis Communication Theory ( SCCT ) pada Strategi Komunikasi Krisis Brand Erspo dalam Kasus Kontroversi Jersey Timnas Indonesia. 4(3), 1000–1012. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i3.5362.
Badu, J., Ivar, B., Gunhild, K., & Saetren, B. (2023). Crisis communication and trustworthiness among crisis actors : towards a typology of crisis management difficulties. 119–130.
Boyer, M. M., & Lecheler, S. (2024). Don’t Throw the Frame Out With the Bathwater : How Episodic News Frames Can Prevent Identity-Motivated Reasoning. Journalism & Mass Communication Quarterly, 101(4), 933–954. https://doi.org/10.1177/10776990221097057.
CELIOS. (2025). Berapa Banyak Kerugian Masyarakat dari Pertamax Oplosan ? Rekap Hasil Pengaduan Masyarakat dan Modelling Consumer Loss. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan LBH Jakarta Jakarta, Indonesia.
CNN Indonesia. (2025). BBM Pertamax Diduga Oplosan, Ini Jawaban Pertamina. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20250226082611-579-1202502/bbm-pertamax-diduga-oplosan-ini-jawaban-pertamina.
Coombs, W. T. (2007). Protecting Organization Reputations During a Crisis: The Development and Application of Situational Crisis Communication Theory. Corporate Reputation Review, 10(3), 163–176. https://doi.org/10.1057/palgrave.crr.1550049.
Coombs, W. T. (2022). Situational Crisis Communication Theory (SCCT). In In The Handbook of Crisis Communication. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/9781119678953.ch14.
Coombs, W. T., & Holladay, S. J. (2002). Helping Crisis Managers Protect Reputational Assets: Initial Tests of the Situational Crisis Communication Theory. Management Communication Quarterly, 16(2). https://doi.org/10.1177/089331802237233.
Coombs, W. T., & Holladay, S. J. (2008). Comparing apology to equivalent crisis response strategies: Clarifying apology’s role and value in crisis communication. Public Relations Review, 34(3).
Coombs, W. T., & Holladay, S. J. (2012). The Handbook of Crisis Communication (W. Timothy Coombs and Sherry J. Holladay (Ed.)). A John Wiley & Sons, Ltd., Publication.
Faizal, K. A., & Masitoh, S. (2025). Situational Crisis Communication Kementerian Komunikasi Dan Digital Dalam Menangani Kasus Kebocoran Data Pdns Di Era Digital. 13(1), 267–281.
Hidayati, N. R., & Purworini, D. (2025). Strategi Respons Krisis Organisasi: Analisis Isi Kuantitatif Dengan Teori SCCT. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(01), 38–49.